
Pengertian Trust Issue
Artikel ini dibuat atas permintaan seorang teman yang sedang mengalami trust issue. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa sulit mempercayai orang lain, terutama dalam hubungan pertemanan, keluarga, maupun percintaan.
Menurut laman kesehatan dari Siloam Hospitals, trust issue merupakan kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa ragu, curiga, atau takut mempercayai orang lain. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:
- Trauma atau pengalaman buruk di masa lalu
- Hubungan yang tidak sehat dengan orang terdekat
- Pengalaman dikhianati atau dibohongi
- Kondisi mental tertentu seperti Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Sementara itu, penjelasan dari American Psychological Association juga menyebutkan bahwa pengalaman pengkhianatan atau hubungan yang tidak aman dapat memicu rasa curiga berlebihan terhadap orang lain.
Dari pengertian tersebut, ardysetyo akan membagikan beberapa pandangan mengenai trust issue sekaligus tips untuk menyikapinya dengan bijak.
Penyebab Seseorang Mengalami Trust Issue
1. Sulit Percaya kepada Orang Lain
Sulit percaya pada orang lain biasanya muncul karena pengalaman negatif seperti:
- Pernah dibohongi
- Ditipu
- Dipermainkan
- Dikhianati oleh orang yang dipercaya
Ketika seseorang sudah beberapa kali mencoba membuka hati namun kembali mengalami kekecewaan, maka secara tidak sadar ia membangun benteng perlindungan. Namun di sisi lain, pengalaman tersebut juga bisa menempa seseorang menjadi lebih bijak dalam menilai karakter orang lain sebelum mengenalnya lebih jauh.
2. Rasa Khawatir Berlebihan
Kekhawatiran yang berlebihan dapat membuat seseorang sulit melangkah dalam berbagai hal, termasuk dalam menjalin hubungan baru. Jika dibiarkan, rasa khawatir ini dapat menghambat proses berkembang dan memperbaiki diri.
Padahal rasa khawatir adalah hal yang manusiawi. Yang terpenting adalah bagaimana menyikapinya dengan bijak dan mempersiapkan diri jika suatu hal tidak berjalan sesuai harapan.
3. Rasa Tidak Enakan
Perasaan tidak enakan kepada orang lain sering membuat seseorang menahan diri untuk jujur terhadap perasaannya. Hal ini terkadang justru memicu masalah baru.
Belajar menerima keadaan dan memahami batas diri merupakan hal penting. Memikirkan diri sendiri bukan berarti egois, tetapi bagian dari menjaga kesehatan mental sebelum kita membantu orang lain.
Tips Menyikapi Trust Issue dengan Bijak
1. Tentukan Tujuan untuk Bahagia
Kebahagiaan harus dimulai dari diri sendiri. Seseorang perlu merasa bahagia terlebih dahulu sebelum berusaha membahagiakan orang lain.
Dalam sebuah hubungan, kedua pihak harus merasa nyaman dan saling menghargai. Terkadang akan ada pertengkaran atau perbedaan pendapat, tetapi itu merupakan bagian wajar dari sebuah hubungan.
Bahagia sebenarnya sederhana: ketika dua orang sama-sama ingin melakukan sesuatu dengan perasaan senang, maka lakukanlah tanpa terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk di masa depan.
2. Berani Mencoba
Tidak mencoba karena takut terluka justru bisa menjadi kesalahan terbesar. Mencoba dan gagal sering kali lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali.
Setiap pengalaman, baik ataupun buruk, akan menjadi pelajaran untuk mengenal diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik.
3. Jangan Percaya 100% kepada Manusia
Kepercayaan memang penting, tetapi memberikan kepercayaan secara penuh kepada manusia bisa berisiko. Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf.
Buka hati, jalani hubungan dengan wajar, dan jika suatu saat dirasa tidak cocok, maka akhiri dengan cara yang baik. Kejujuran sejak awal juga dapat menghindarkan dari harapan yang tidak realistis.
Penutup
Demikian pandangan serta tips dari ardysetyo mengenai cara menyikapi trust issue. Pada akhirnya, semua kembali pada pilihan masing-masing.
Menjadi korban pengkhianatan bukanlah sesuatu yang memalukan. Setidaknya kita adalah orang yang tersakiti, bukan orang yang menyakiti.
Ketika kamu merasa orang baik sulit ditemukan, maka jadilah orang baik itu. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah ditemukan oleh mereka yang juga menginginkan kebaikan.
Dan ketika kepercayaan terasa sulit ditemukan, maka jadilah pribadi yang dapat dipercaya. Karena dari sanalah kepercayaan akan kembali tumbuh.


Posting Komentar