
Istilah coin scam atau koin penipuan semakin sering terdengar seiring meningkatnya popularitas mata uang kripto. Banyak orang tergiur janji keuntungan besar tanpa memahami risiko, hingga akhirnya terjebak dalam coin sampah, skema ponzi, atau komunitas kripto yang menyesatkan.
Artikel ini membahas secara kritis fenomena Bitcoin, altcoin, Pi Network, serta dugaan praktik penipuan yang mengatasnamakan komunitas seperti PT ENS.
Apa Itu Kripto dan Bitcoin?
Bitcoin adalah mata uang kripto pertama di dunia yang diluncurkan pada tahun 2009. Awalnya kurang dikenal, Bitcoin mulai menarik perhatian publik setelah mengalami kenaikan harga signifikan.
- Harga Bitcoin tahun 2014: sekitar $767
- Harga Bitcoin per 5 Oktober 2024: sekitar Rp973 juta
(Sumber: Google Finance)
Berdasarkan data tersebut, orang yang berinvestasi Bitcoin sejak 10 tahun lalu memang berpotensi menjadi jutawan. Namun, kenaikan harga di masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di masa depan.
Investasi kripto membutuhkan uang dingin, pemahaman yang matang, dan mental yang stabil.
Apakah Harga Bitcoin Akan Naik Drastis Lagi?
Jawabannya: belum tentu.
Harga Bitcoin dipengaruhi banyak faktor seperti:
- Regulasi pemerintah
- Sentimen pasar
- Adopsi global
- Kondisi ekonomi dunia
Grafik pergerakan harga Bitcoin bisa dipantau melalui situs seperti CoinGecko atau CoinMarketCap.
Altcoin, Coin Bagus, dan Coin Sampah
Selain Bitcoin, ada ribuan altcoin seperti Ethereum, Litecoin, USDT, dan lainnya. Tidak semua altcoin buruk, tetapi tidak semuanya layak dijadikan investasi.
Coin Sampah dan Coin Scam
Coin sampah biasanya memiliki ciri:
- Tidak ada utilitas jelas
- Whitepaper ambigu atau tidak ada
- Tim anonim atau fiktif
- Dipromosikan dengan janji cuan tidak masuk akal
Coin seperti ini sering digunakan dalam skema ponzi, di mana keuntungan investor lama dibayar dari uang investor baru.
Catatan penting:
Beberapa nama seperti XSGD atau EURS sebenarnya adalah stablecoin teregulasi. Namun, penipuan sering terjadi bukan pada coinnya, melainkan pada oknum atau platform ilegal yang mengatasnamakan coin tersebut.
Delisting dan Peran Exchange
Exchange besar seperti Indodax akan melakukan delisting terhadap koin yang:
- Tidak memenuhi standar
- Tidak aktif dikembangkan
- Terindikasi merugikan pengguna
Delisting adalah bentuk perlindungan, bukan konspirasi.
Mining, Cloud Mining, dan Modus Penipuan
Mining kripto ada dua jenis:
1. Mining langsung (hardware)
2. Cloud mining
Banyak penipuan berkedok cloud mining, dengan modus:
- Wajib beli paket
- Dijanjikan hasil tetap
- Sistem referral berlapis
Dalam praktiknya, mayoritas cloud mining ilegal adalah skema ponzi.
Kasus Vidy Coin dan VidyX
Vidy Coin dan VidyX sempat populer sekitar 2020–2021. Namun:
- Masuk daftar pengawasan
- Diblokir dan didelisting
- Tidak mampu memenuhi janji utilitas dan profit
Banyak investor akhirnya mengalami kerugian.
Pi Network: Antara Proyek Kripto dan Kehaluan Massal
Pi Network adalah proyek kripto berbasis aplikasi yang memungkinkan pengguna “menambang” lewat ponsel.
Fakta penting tentang Pi Network:
- Belum resmi open mainnet secara penuh
- Belum listing resmi sebagai spot market di exchange besar
- Beberapa platform hanya menyediakan IOU / futures, bukan perdagangan Pi asli
Harga Pi di market IOU berada di kisaran $0,3–$0,4, bukan ratusan ribu dolar.
Dugaan Penipuan Berkedok PT ENS
Masalah muncul ketika ada pihak mendirikan entitas seperti PT ENS, dengan modus:
- Biaya pendaftaran ± Rp500.000
- Janji harga Pi mencapai $314.159
- Klaim akan “menebus” Pi dengan harga fantastis
Secara logika dan mekanisme pasar:
Tidak mungkin koin bernilai ribuan rupiah tiba-tiba menjadi jutaan rupiah tanpa fundamental dan likuiditas nyata.
Jika Pi dihargai $314.159:
- Market cap-nya akan melebihi gabungan seluruh aset dunia
- Ini tidak masuk akal secara ekonomi
Masalahnya bukan Pi Network semata, tetapi komunitas dan oknum yang menjual mimpi dan kehaluan.
Kesimpulan: Jangan Ngehalu di Dunia Kripto
Tidak semua kripto adalah scam
- Tapi banyak penipuan memanfaatkan ketidaktahuan
- Janji cuan instan = red flag
- Biaya pendaftaran + iming-iming harga absurd = alarm bahaya
Jika suatu skema terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan, kemungkinan besar memang tidak nyata.


Posting Komentar