
Pengertian Rokok dan Dampaknya
Rokok dalam bahasa Inggris disebut cigarette, sebuah produk yang ketika dihirup asapnya dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru dan berbagai penyakit serius lainnya. Rokok berbentuk silinder yang terbuat dari kertas, berukuran panjang sekitar 7–12 cm dengan diameter sekitar 1 cm, dan ukurannya bisa bervariasi di setiap negara. Bagian dalamnya diisi dengan tembakau kering yang dicacah halus.
Untuk menggunakannya, ujung rokok dibakar dengan korek api biasa atau korek otomatis hingga ujungnya membara. Lalu, asapnya dihisap melalui ujung lain ke dalam mulut. Rokok biasanya dijual dalam kemasan persegi panjang dari kertas yang mudah dibawa.
Di bungkus rokok terdapat peringatan kesehatan resmi yang mengingatkan tentang bahaya merokok, seperti risiko kanker dan serangan jantung. Namun meskipun ada peringatan ini, masih banyak perokok yang tidak mengindahkannya.
Sejarah Singkat Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok sebenarnya berasal dari penduduk asli Amerika (suku Indian) yang menggunakan tembakau dalam ritual spiritual. Ketika bangsa Eropa tiba di benua Amerika pada abad ke-16, mereka ikut mencoba merokok dan kemudian membawa tembakau pulang ke Eropa. Di sana, rokok menjadi populer sebagai aktivitas sosial, bukan ritual agama. Pada abad ke-17, kebiasaan merokok juga menyebar ke wilayah Turki dan negara-negara Islam melalui pedagang Spanyol.
Data Terbaru tentang Rokok di Indonesia
Di Indonesia, penggunaan produk tembakau tetap tinggi. Menurut laporan Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia 2021, sekitar 34,5% orang dewasa atau lebih dari 70 juta penduduk Indonesia menggunakan tembakau. Angka ini termasuk 65,5% pria dan 3,3% wanita dari populasi dewasa. Penggunaan rokok elektrik juga meningkat tajam dalam dekade terakhir. (World Health Organization)
Statistik independen lain menunjukkan sekitar 30,4% populasi dewasa merokok pada 2024, dengan jumlah ±64,4 juta perokok di Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa prevalensi merokok masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang serius. (Global State of Tobacco Harm Reduction)
Paparan asap rokok orang lain juga masih tinggi di tempat umum seperti restoran dan tempat kerja, yang berarti risiko kesehatan tidak hanya dialami oleh perokok saja tetapi juga oleh orang di sekitarnya. (World Health Organization)
Rokok dan Ekonomi
Perilaku merokok memberikan dampak besar terhadap ekonomi keluarga dan negara. Di banyak rumah tangga, pengeluaran untuk rokok termasuk salah satu yang terbesar setelah kebutuhan pokok seperti beras, yang membuat banyak keluarga harus berkorban kebutuhan lain demi membeli rokok.
Selain itu, peredaran rokok ilegal terus meningkat dan diperkirakan menimbulkan kerugian negara sampai hampir Rp97,8 triliun akibat rokok tanpa pita cukai yang beredar di pasar. (Money Kompas)
Dampak Kesehatan Rokok
Rokok mengandung zat nikotin yang bersifat adiktif, sehingga menyebabkan ketergantungan yang kuat. Akibat merokok sangat luas, termasuk meningkatkan risiko:
- berbagai jenis kanker (terutama paru-paru),
- penyakit jantung dan pembuluh darah,
- gangguan pernapasan kronis,
- masalah pencernaan,
- komplikasi pada ibu hamil dan bayi,
- dan penyakit serius lainnya.
Banyak penelitian telah menghubungkan konsumsi rokok dengan berbagai penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dan dunia.
Ajakan untuk Berhenti Merokok
Merokok bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang di sekitar karena paparan asapnya. Jika Anda ingin berhenti atau membantu orang terdekat berhenti, ada layanan dukungan berhenti merokok yang bisa dihubungi:
Quit Line Berhenti Merokok:
📞 0-800-177-6565 (lokal bebas pulsa)


Posting Komentar