
Secara teori, harga Bitcoin bisa saja jatuh sampai nol. Namun dalam praktiknya, sebagian besar analis menilai kemungkinan itu sangat kecil terjadi dalam waktu dekat, mengingat besarnya skala jaringan, luasnya adopsi, dan rekam jejak Bitcoin yang sudah bertahan dari berbagai krisis sejak 2011.
Pertanyaan ini selalu muncul lagi setiap kali harga Bitcoin ambruk drastis dalam waktu singkat. Wajar saja, sebab Bitcoin memang dikenal sebagai salah satu aset dengan volatilitas paling tinggi di dunia. Sebagai gambaran, Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi di kisaran US$126.000 pada Oktober 2025, sebelum terkoreksi tajam. Bahkan hanya dalam hitungan hari di pertengahan Agustus 2026, harganya sempat bergejolak liar dari kisaran US$60.000-an hingga menembus US$70.000-an, dan memicu gelombang likuidasi senilai miliaran dolar AS di pasar derivatif hanya dalam 24–48 jam.
Lalu, apa sebenarnya yang harus terjadi agar Bitcoin benar-benar kehilangan nilainya? Dan seberapa besar kemungkinan itu terjadi? Simak pembahasannya berikut ini.
Apa Artinya Jika Harga Bitcoin Mencapai Nol?
Harga sebuah aset terbentuk dari pertemuan antara penjual dan pembeli. Bitcoin baru bisa dikatakan bernilai nol apabila sama sekali tidak ada lagi orang yang mau membelinya, dengan harga berapa pun. Dengan kata lain, sisi permintaan benar-benar hilang total, sementara masih ada pihak yang ingin menjual.
Ini berbeda jauh dengan sekadar "harga turun banyak". Bitcoin sudah berkali-kali mengalami koreksi 50 persen, bahkan lebih dari 80 persen dari titik puncaknya, namun pasarnya tetap ada, pembelinya tetap ada, dan harganya berkali-kali pulih kembali. Skenario "menuju nol" jauh lebih ekstrem dibanding sekadar bear market biasa.
Skenario yang Secara Teori Bisa Menjatuhkan Harga Bitcoin ke Titik Nol
1. Pelarangan Global secara Serentak
Jika hampir seluruh negara di dunia sepakat melarang kepemilikan, penggunaan, dan perdagangan Bitcoin secara bersamaan, likuiditas pasar bisa lenyap seketika. Beberapa negara memang sudah melarang Bitcoin, tetapi pelarangan yang benar-benar serentak dan efektif secara global sejauh ini belum pernah terjadi.
2. Kegagalan Teknis atau Celah Keamanan yang Fatal
Bitcoin mengandalkan kriptografi dan mekanisme konsensus jaringan untuk menjaga keamanannya. Jika suatu saat ditemukan celah fatal yang membuat jaringan bisa dimanipulasi secara masif, misalnya lewat terobosan komputasi kuantum di masa depan, kepercayaan terhadap sistem ini berpotensi runtuh seketika.
3. Miner Meninggalkan Jaringan karena Tidak Lagi Menguntungkan
Keamanan jaringan Bitcoin bergantung pada miner yang terus beroperasi. Apabila biaya menambang jauh lebih besar daripada insentif yang didapat dan harga tak kunjung pulih dalam waktu lama, miner bisa berhenti beroperasi secara masif sehingga keamanan jaringan melemah drastis.
4. Muncul Teknologi Pengganti yang Sepenuhnya Menggeser Fungsinya
Jika suatu hari muncul teknologi baru yang dianggap jauh lebih unggul dan seluruh komunitas maupun investor beralih ke sana, permintaan terhadap Bitcoin bisa hilang secara bertahap sampai benar-benar ditinggalkan.
5. Hilangnya Kepercayaan Pasar secara Masif
Kepercayaan adalah fondasi utama nilai Bitcoin, karena aset ini tidak didukung oleh aset fisik maupun otoritas seperti halnya mata uang konvensional. Jika kepercayaan itu runtuh secara luas, tekanan jual berpotensi jauh melampaui minat beli dalam waktu lama.
Mengapa Skenario Ini Dinilai Sangat Sulit Terjadi
Meski kelima skenario di atas secara teori mungkin terjadi, banyak analis menilai probabilitasnya sangat kecil dalam waktu dekat.
- Jaringan Bitcoin bersifat terdesentralisasi dan tersebar di ribuan node di seluruh dunia, sehingga sangat sulit dimatikan oleh satu pihak atau satu negara saja.
- Pasokan Bitcoin dibatasi maksimal 21 juta koin, dan sifat kelangkaan ini masih menjadi salah satu daya tarik utama di mata investor maupun institusi.
- Adopsi institusional terus bertambah, mulai dari produk ETF Bitcoin di pasar global hingga sejumlah perusahaan yang memasukkan Bitcoin ke dalam neraca keuangannya.
- Bitcoin sudah teruji melewati banyak siklus jatuh-bangun sejak mulai diperdagangkan tahun 2011, termasuk penurunan tajam pada 2018, 2022, hingga koreksi besar pada 2025–2026, namun selalu menemukan titik pemulihan.
- Nilai kapitalisasinya yang mencapai ratusan miliar hingga triliunan dolar AS membuatnya jauh lebih sulit "dimatikan" dibanding aset kripto kecil yang likuiditasnya tipis.
Bitcoin vs Koin Kripto yang Sudah Lebih Dulu Sampai Nol
Penting membedakan Bitcoin dengan banyak koin kripto kecil yang memang benar-benar berakhir tidak bernilai. Ribuan token semacam itu sudah lebih dulu mencapai titik nol karena proyeknya ditinggalkan pengembang, terbukti penipuan, atau memang sejak awal tidak memiliki utilitas nyata.
Bitcoin berada di posisi yang jauh berbeda karena usianya paling lama, jaringannya paling luas, dan tingkat adopsinya paling matang dibanding aset kripto lain. Bukan berarti kebal risiko sama sekali, tetapi levelnya tidak sebanding dengan koin-koin kecil yang riwayatnya jauh lebih rawan gagal total.
Risiko yang Tetap Perlu Diwaspadai
- Volatilitas harga tetap sangat tinggi, sehingga nilai investasi bisa naik atau turun drastis hanya dalam hitungan hari, bahkan jam.
- Regulasi di berbagai negara masih terus berubah dan bisa memengaruhi harga sewaktu-waktu.
- Trading dengan leverage berisiko membuat dana investor habis jauh lebih cepat dibanding harga Bitcoin itu sendiri turun ke nol, seperti terlihat dari gelombang likuidasi besar yang berulang kali terjadi di pasar derivatif.
- Keamanan pribadi seperti dompet digital dan exchange tempat menyimpan Bitcoin juga menjadi faktor risiko tersendiri, terlepas dari naik-turunnya harga.
Sikap yang Bijak Menghadapi Isu Ini
- Investasikan dana yang memang siap menghadapi risiko, bukan dana kebutuhan pokok atau dana darurat.
- Pahami profil risiko diri sendiri sebelum memutuskan alokasi ke aset volatil seperti Bitcoin.
- Diversifikasikan portofolio agar tidak bergantung pada satu aset saja.
- Hindari keputusan yang didorong FOMO maupun panic selling, dan selalu lakukan riset sebelum membeli.
- Gunakan platform atau exchange yang kredibel dan memiliki sistem keamanan yang jelas.
FAQ Seputar Risiko Nilai Bitcoin
Apakah Bitcoin pernah hampir sampai nol?
Belum pernah. Penurunan terdalam Bitcoin secara historis berkisar 80–85 persen dari titik puncaknya, seperti yang terjadi pada 2018 dan 2022, namun harganya selalu kembali pulih dan mencetak rekor baru setelahnya.
Apa yang terjadi jika semua orang menjual Bitcoin secara bersamaan?
Jika tekanan jual jauh melampaui minat beli, harga akan anjlok tajam. Namun agar benar-benar mencapai nol, kondisi ini harus berlangsung permanen tanpa ada pembeli sama sekali, bukan sekadar penurunan sementara.
Apakah ada aset kripto yang sudah benar-benar sampai nol?
Ada, sangat banyak. Ribuan token kripto kecil dengan fundamental lemah, proyek yang ditinggalkan pengembangnya, atau terbukti penipuan sudah lebih dulu mencapai nilai nol. Bitcoin berada di kategori yang sangat berbeda dari koin-koin tersebut.
Apakah menyimpan uang di bank lebih aman daripada Bitcoin?
Secara volatilitas harga, ya, uang di bank jauh lebih stabil karena bukan aset investasi yang harganya mengambang. Namun keduanya memiliki jenis risiko yang berbeda, sehingga keputusan ini kembali pada tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing individu.
Kesimpulan
Secara teori, harga Bitcoin bisa saja menuju nol apabila terjadi kombinasi skenario ekstrem seperti pelarangan global yang serentak, kegagalan teknis yang fatal, atau hilangnya kepercayaan pasar secara total. Namun dalam praktiknya, kombinasi faktor tersebut dinilai sangat sulit terjadi dalam waktu dekat.
Meski begitu, bukan berarti Bitcoin bebas risiko. Volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi tetap menjadi kenyataan yang harus dihadapi siapa pun yang terjun ke aset ini. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi, pastikan memahami risikonya dengan baik, tidak menggunakan dana di luar kemampuan, dan selalu mengambil keputusan berdasarkan riset, bukan sekadar ikut-ikutan tren atau ketakutan sesaat.
Sumber Referensi
- Coinvestasi – Bisakah Bitcoin Tidak Bernilai? Ini Ulasannya
- Investing.com – Mythbusting: Mengapa Nilai Bitcoin Tidak Bisa Menjadi Nol?
- KuCoin – Crypto Market Sees $2.99B Liquidations on August 19, 2026
- Kompas.com – Harga Bitcoin Hari Ini 19 Agustus 2026


Posting Komentar