Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT): Pengertian, Keuntungan, Risiko & Cara Memulainya

Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap, Fixed Income Funds, Keuntungan, Resiko

Pada 17 Mei 2021, untuk pertama kalinya aku memiliki portofolio investasi di instrumen Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) dengan nominal Rp300.000. Langkah kecil ini menjadi awal perjalanan menuju #MerdekaFinansial.

Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) merupakan jenis reksadana yang mengelola dana investor ke instrumen obligasi dan surat utang lainnya. Produk investasi ini dikenal memiliki return yang cenderung stabil dibandingkan jenis reksadana lain seperti reksadana saham.

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)?

RDPT adalah produk investasi yang minimal 80% dana kelolaannya ditempatkan pada instrumen obligasi atau efek bersifat utang. Karena fokus pada instrumen pendapatan tetap, return yang diperoleh investor relatif lebih stabil dalam jangka menengah hingga panjang.

RDPT cocok untuk investor dengan profil risiko moderat yang ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan tabungan atau reksadana pasar uang.

Faktor yang Mempengaruhi Return RDPT

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi keuntungan reksadana pendapatan tetap:

1. Harga Unit Penyertaan (UP)

Setiap produk RDPT memiliki Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang menjadi harga per unit penyertaan. NAB ini berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga obligasi di dalam portofolio investasi.

Semakin tinggi NAB, maka nilai investasi yang kamu miliki juga ikut meningkat.

2. Tingkat Imbal Hasil (Yield)

Yield merupakan tingkat imbal hasil dari obligasi yang dimiliki manajer investasi. Biasanya dinyatakan dalam persentase per tahun.

Contohnya, jika sebuah RDPT memiliki yield 5% per tahun, maka potensi return yang diperoleh investor juga berada di kisaran tersebut.

Namun, yield yang tinggi biasanya disertai risiko yang lebih besar, terutama risiko gagal bayar dari penerbit obligasi.

3. Total Return Investasi

Total return adalah ukuran keuntungan atau kerugian investasi dalam periode tertentu. Faktor ini penting diperhatikan saat mengevaluasi performa suatu produk RDPT.

Investor dapat membandingkan total return antar produk untuk menentukan mana yang memiliki performa terbaik dan paling stabil.

Keuntungan Investasi RDPT

Diversifikasi Risiko

Dana investasi akan ditempatkan pada berbagai instrumen obligasi sehingga risiko investasi menjadi lebih terdiversifikasi.

Dikelola Profesional

RDPT dikelola oleh manajer investasi profesional dan diawasi langsung oleh OJK, sehingga lebih aman dan terpercaya.

Likuid dan Fleksibel

Investor dapat melakukan pencairan dana kapan saja sesuai kebutuhan dengan estimasi pencairan sekitar 2 hari kerja bursa.

Return Lebih Stabil

Dibandingkan reksadana saham, RDPT memiliki pergerakan yang lebih stabil dan umumnya memberikan return lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang.

Risiko Reksadana Pendapatan Tetap

Risiko Suku Bunga

Harga obligasi akan turun ketika suku bunga naik. Sebaliknya, harga obligasi dapat meningkat saat suku bunga turun.

Perubahan ini mempengaruhi NAB RDPT dan potensi keuntungan investor.

Risiko Kredit

Risiko kredit terjadi ketika penerbit obligasi gagal membayar bunga atau pokok utangnya.

Karena itu, penting memilih produk RDPT dengan kualitas obligasi yang baik dan dikelola oleh manajer investasi terpercaya.

RDPT Cocok Untuk Siapa?

Jika kamu memiliki profil risiko rendah dan membutuhkan dana dalam waktu dekat, maka reksadana pasar uang mungkin lebih cocok.

Namun, jika ingin memperoleh return yang lebih tinggi dengan risiko yang masih relatif stabil, maka RDPT bisa menjadi pilihan investasi yang menarik.

Salah satu produk RDPT yang aku miliki adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium. Pergerakannya cukup stabil dan cenderung naik setiap hari, sehingga terasa mirip dengan reksadana pasar uang tetapi memiliki potensi return lebih tinggi.

Mulai Investasi RDPT dari Nominal Kecil

Saat ini, investasi RDPT sudah sangat mudah karena bisa dimulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000 saja melalui berbagai aplikasi investasi online.

Tidak perlu menunggu kaya untuk mulai berinvestasi. Langkah kecil hari ini bisa menjadi awal menuju kebebasan finansial di masa depan.

Penulis:
Ardy S

Sumber:
Pluang
Warta Ekonomi

Posting Komentar