
The Power of Saving: Tips Menabung adalah konten yang dibuat pada masa pandemi virus corona (Covid-19). Melalui Ardy S.W. Official Blog, saya ingin berbagi pengalaman pribadi dalam mengelola keuangan dari hasil bekerja.
Perlu saya tekankan sejak awal, saya bukan financial expert atau master keuangan. Saya hanya seorang newbie yang ingin membagikan sekelumit pengalaman mengatur keuangan, khususnya soal menabung dan mengelola penghasilan.
Menabung adalah hal wajib setelah kita bekerja dan memperoleh gaji. Jika saat ini belum bekerja, maka menjadi entrepreneur bisa menjadi pilihan profesi yang realistis dan fleksibel.
Perlu saya tekankan sejak awal, saya bukan financial expert atau master keuangan. Saya hanya seorang newbie yang ingin membagikan sekelumit pengalaman mengatur keuangan, khususnya soal menabung dan mengelola penghasilan.
Menabung adalah hal wajib setelah kita bekerja dan memperoleh gaji. Jika saat ini belum bekerja, maka menjadi entrepreneur bisa menjadi pilihan profesi yang realistis dan fleksibel.
Menjadi Entrepreneur untuk Menambah Penghasilan
Menjadi entrepreneur itu tidak sulit, tapi juga tidak mudah. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan memperbanyak relasi, terutama dengan para seller.
Mereka sudah punya produk untuk dijual, sementara kita cukup mempromosikan ulang tanpa perlu stok barang.
Contoh sederhana:
- Dedi menjual masker seharga Rp10.000
- Kita menjual kembali seharga Rp15.000
- Saat ada pembeli, barulah kita mengambil barang dari Dedi dengan harga grosir (tentunya di bawah Rp10.000)
Model seperti ini cocok untuk pemula dan bisa menjadi sumber pemasukan tambahan.
Wajib Mencatat Semua Pemasukan dan Pengeluaran
Satu hal yang sering dianggap sepele tapi sangat penting adalah mencatat keuangan.
Catat semua pemasukan dan pengeluaran sekecil apa pun:
- Bayar parkir
- Pemasukan Rp100
- Jajan kecil
Semua wajib dicatat.
Kenapa ini penting?
Karena dari catatan tersebut, kita bisa mengetahui:
- Total pemasukan bulanan
- Total pengeluaran bulanan
- Pola boros atau tidaknya keuangan kita
Kalau hal kecil saja tidak bisa dilakukan, jangan berharap bisa mengelola hal besar. Dengan pencatatan yang rapi, perencanaan keuangan ke depan akan jauh lebih baik.
Tips dan Cara Menabung yang Efektif
Cara 1: Sisihkan 30% dari Penghasilan
Sisihkan 30% dari total penghasilan untuk ditabung. Ini sifatnya wajib dan harus dipaksa.
Contoh:
- Penghasilan Rp3.000.000 per bulan
- Tabungan wajib: Rp900.000 per bulan
Menurut saya pribadi, tempat menabung yang cukup ideal adalah reksadana pasar uang. Kamu bisa membaca artikel saya sebelumnya tentang Apa itu Reksadana? untuk pemahaman dasar.
Kenapa Harus Reksadana?
Contoh sederhana soal inflasi:
- Harga bakso hari ini: Rp10.000–Rp12.000
- 5–10 tahun ke depan bisa menjadi Rp15.000–Rp20.000
Artinya, nilai uang akan terus turun karena inflasi.
Jika kamu menabung Rp10.000 di celengan atau di bawah bantal:
- Uangnya tetap ada
- Tapi daya belinya menurun
Itu sudah keputusan yang baik dibanding tidak menabung sama sekali.
Namun akan lebih baik jika uang disimpan di reksadana, karena nilainya berpotensi terus bertambah.
Kok Bisa Uangnya Bertambah?
Dana yang disimpan di reksadana pasar uang akan berkembang mengikuti kondisi pasar uang. Secara umum, grafik reksadana pasar uang:
- Cenderung stabil
- Terus meningkat
- Mengimbangi inflasi
Imbal hasilnya berasal dari:
- Surat utang negara
- Sertifikat BI
- Deposito
- Perdagangan instrumen pasar uang lainnya
Cara kedua yang tidak kalah efektif adalah:
- Menabung Rp20.000 per hari
- Dipaksa, tanpa alasan
Jika dilakukan konsisten dan disimpan di reksadana, hasilnya cukup signifikan untuk jangka panjang.
Hasil yang Didapat dari Menabung
Perhitungan Cara 1
- Rp900.000/bulan
- Rp10.800.000/tahun (tanpa reksadana)
- Rp11.475.000/tahun (dengan reksadana pasar uang, return ±6,25% per tahun)
Akumulasi 5 tahun:
- Pokok: Rp57.375.000
- Imbal hasil: Rp3.585.937
- Total: Rp60.960.937
Perhitungan Cara 2
- Rp20.000/hari
- Rp600.000/bulan
- Rp7.200.000/tahun (tanpa reksadana)
- Rp7.650.000/tahun (dengan reksadana pasar uang, return ±6,25% per tahun)
Uang tersebut bisa digunakan sesuai kebutuhan:
- Dana darurat
- Modal usaha
- Biaya pendidikan
- Atau tetap dilanjutkan untuk menabung jangka panjang
Kalau tidak ada kebutuhan mendesak, lanjutkan saja menabung. Tinggal dikalikan berapa tahun kamu konsisten melakukannya.
Penutup
Jadi, tunggu apa lagi?
Ayo menabung dan paksa diri sejak sekarang.
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
#reksadana #powerofsaving #tipsmenabung #keuanganpribadi
Catatan:
Konten ini telah tayang pada 8 Desember 2022 di harustahu.info dengan judul
“The Power of Saving: Tips Menabung”


Kak, bagi tips biar konsisten nabung dong. Nuhun
BalasHapusKalau kamu besok masih butuh makan, sisakan uang makan mu hari ini untuk besok ya. Gimana caranya? Nabung kuy ;)
HapusWah artikel yang menarik. Bener sih 20k/day yg keliatannya ngga banyak banyak amat, bisa jadi banyak kalo udah setaun. Need an insight kayak gini bgt nih. Thank you infonya!
BalasHapusYour welcome :)
Hapus