Kenapa Kita Sering Merasa Mager? Ini Penjelasan dan Jenis-Jenisnya

Mager adalah kependekan dari males gerak, suatu kondisi dimana kamu merasa malas bergerak, malas beraktivitas, berpindah dari tempat tidur, bangun.

Istilah mager (malas gerak) sudah sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, mager kini bukan sekadar kebiasaan, tetapi telah menjadi tren dan gaya hidup bagi banyak orang. Mager menggambarkan kondisi saat seseorang merasa enggan bergerak, beraktivitas, bangun dari tempat tidur, atau melakukan apa pun meski sebenarnya ada banyak hal yang bisa dikerjakan.

Dalam praktiknya, mager tidak selalu bermakna negatif. Berdasarkan dampaknya, mager dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu mager yang bermanfaat dan mager yang tidak bermanfaat.

Mager yang Bermanfaat

Mager bermanfaat adalah kondisi ketika seseorang tetap produktif meskipun secara fisik minim bergerak. Aktivitas dilakukan dari posisi nyaman, seperti rebahan atau duduk santai, namun tetap menghasilkan nilai positif.

Contohnya:
  • Mengikuti webinar atau seminar online
  • Membaca artikel, e-book, atau menonton konten edukatif
  • Mengelola bisnis online, jual beli digital, atau membuat konten
  • Mengedit video, desain, atau mengelola media sosial
  • Melakukan aktivitas finansial seperti trading saham, forex, atau komoditas

Pada kondisi ini, otak bekerja lebih aktif dibanding fisik. Tidak heran jika banyak orang tetap bisa berkembang secara finansial dan intelektual meskipun terlihat “mager”, karena mereka memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang produktif.

Mager yang Tidak Bermanfaat

Sebaliknya, mager tidak bermanfaat adalah kondisi ketika rasa malas justru membawa dampak negatif. Aktivitas yang dilakukan tidak memberi nilai tambah, bahkan berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ciri-cirinya antara lain:

  • Menghabiskan waktu tanpa tujuan yang jelas
  • Mengabaikan kebutuhan dasar seperti makan, minum, mandi, atau istirahat
  • Menunda tanggung jawab penting secara berlebihan
  • Melakukan aktivitas negatif di dunia digital yang merugikan diri sendiri dan orang lain

Jika dibiarkan, mager jenis ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Mengapa Kita Bisa Merasa Mager?

Rasa mager sebenarnya adalah bagian alami dari manusia. Dalam kadar tertentu, mager bisa menjadi mekanisme perlindungan, misalnya mager untuk menyakiti orang lain, mager melakukan hal buruk, atau mager terlibat konflik yang tidak perlu.

Kuncinya bukan menghilangkan rasa mager sepenuhnya, melainkan mengelolanya dengan bijak. Dengan mengarahkan rasa malas ke aktivitas yang positif dan bermanfaat, mager justru bisa menjadi alat untuk hidup lebih efektif dan seimbang.

Posting Komentar